Powered By Blogger

Senin, 15 Juli 2013

Subhanallah... Ternyata lama juga aku ga nulis apa-apa di sini. Padahal banyak bener cerita yang bisa diceritain.

Sewaktu sedang nge-post ni tulisan, Alhamdulillah aku sama semua teman-teman udah resmi lulus dari seragam putih abu-abu loh. Baru keitung 2 bulan sih. Dan itu artinya sebuah perjalan besar siap dimulai setelah kami lulus sekolah. Apa itu? The next war guys. Gain a chair in university. Get what you are dreaming during becoming students at school. Hari-hari setelah lepas dari putih abu-abu emang bener-bener digunain buat ngebuktiin cita-cita yang sering kita fikirkan. Atau yang dulu tuh ya waktu kecil ditanya sama mama "entar gedenya mau jadi apa kak?", trs mostly ank kecil bakal jawab "kakak mau jadi doktel ma". Walaupun dia taunya dokter itu tempat ibu cantik dan bapak ganteng kerja pake alat yang dingin-dingin itu loo.

Oke, singkat cerita. Setelah lulus, selang berapa hari setelahnya kami siswa-siswi se-Indonesia dibuat lebih dan amat sangat gugup dengan pengumuman SNMPTN (jalur undangan). Waktu itu aku mati-matian mau masuk ke universitas nomor 4 di Indonesia. Cukup pede si awalnya sama nilai yang aku punya. Aku ambil teknik kimia ITS sebagai prioritas utama yang ga taunya Passing Grade-nya lebih tinggi dari FK di univeritas tempat gue tinggal Sumatera bag. Selatan. Alhasil aku dapet kata maaf dari pengumuman yang diposting secara online. Gilaaa. Tau kan tahun ini 50% dari jumlah kursi tiap fakultas PTN itu diambil dari jalur ini? Aku ngerasa banget banget frustasi. Sambil mikir gimana kalo ga bisa masuk universitas manapun? Tapi semua temen aku baik. Mereka yakin kalo aku bisa kok dapet kursi di jalur selanjutnya dan akhirnya aku bisa bangkit. Makasih banyak!! :)

Niat untuk bisa sekolah di pulau Jawa masih sangaaattt besar. Hal itu aku buktiin dengan berjuang ngeraih Passing Grade di tekim ITS setiap TO-nya. Tapi orangtuaku kurang setuju. Mereka bener-bener minta aku selesaiin bachelor (S1) di sini aja. Sedih dong setelah itu. Walaupun gitu aku tetep nurut si. Akhirnya aku ikutin semua test yang mereka saranin. Gagal? Udah jadi santapan. Tapi aku ga boleh nyerah.

Buat PTN semuanya aku ambil di kota ku. 3 pilihan SBMPTN aku prioritaskan di Universitas Sriwijaya. Satu lagi aku ikutan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Ga tau apa alasannya, jadwal tes, pengumuman, sampai ke ospek, Polsri jadi lebih dulu daripada SBMPTN. Alhamdulillah aku diterima di pilihan pertama D4 sipil prodi Perancangan Jalan dan Jembatan. Sebenernya si berharap dapet di pilihan kedua. Well, just forget it! Sumpah aku galau hari itu. Lebih galau daripada patah hati (Ah masak iya si?). Ga canda dong. Jadi, galaunya itu karna kami harus ngelunasin semua biaya awal yang terbilang cukup tinggi nominalnya, sedangkan aku masih harus FIGHT FOR Unsri yang aku cukup harapkan juga buat bisa lulus. Tapi setelah difikir-fikir, diploma 4 itu setara sama s1 kan? So, kenapa aku harus ngelepas yang udah di depan mata? Mikirnya gitu kemarin. Akhirnya aku mutusin untuk masuk ke Polsri.

Ospek dijalankan dengan senang hati walaupun kami harus berteman dengan bapak dan ibu TNI untuk latihan disiplin. 3 hari aku bisa nyaksiin matahari terbit sampe terbenam lagi. But, it rocks, guys! :D Ospek kami jalankan selama 6 hari. 3 hari outdoor dan 3 hari indoor. Semua berjalan dengan cukup lancar.

Lega bisa libur dari semua ujian sekolah, ujian nasional, sampe ke ujian hidup (masuk univ). Ga lama kemudian akhirnya pengumuman SBMPTN pun being published dan lagi-lagi secara online. Kalimat selamat saya peroleh dari hasil test saya sebelumnya karena diterima di pilihan kedua. Tp aku cuma senang aja bisa lulus dan atas pertimbangan bersama, antara aku dan orang tua, akhirnya i decided to become college student in Polsri. 

Satu harapan saya hari ini. Saya harus bisa kuliah dengan baik, cetak prestasi membanggakan yang sungguh diharapkan oleh semua orang tua kepada anaknya. Bekerja setelah lulus kuliah sesuai dengan jurusan yang saya geluti. Berteman dengan sebanyak-banyaknya orang dan memiliki sedikit-ikitnya bahkan tidak ada musuh. Sungguh sebenarnya keinginan untuk bisa sekolah di pulau Jawa masih sangat saya inginkan. Tapi, mengukir senyum lega dari orang tua adalah hal terpenting bagi saya. Insya Allah saya ingin menjadi orang yang selalu haus akan ilmu sehingga mungkin saja Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan nanti bukan hari ini.  Selamat datang calon Mahasiswa Baru tanggal 9 September 2013 mendatang.

Buat adik-adik yang baru saja naik kelas XII dan membaca posting ini, kakak doakan kalian bisa memperoleh apa yang kalian benar-benar harapkan. Tapi, jangan lupakan orang tua kalian. Terkadang apa yang mereka harapakan terhadap kita lebih baik daripada apa yang kita harapkan terhadap diri kita sendiri. Mulailah belajar dari saat ini. Tantangan sudah menunggu kalian. Waktu kalian mungkin seperinya banyak tapi tidak terlalu banyak setelah dijalankan. Lakukanlah sesuatu dengan sangat baik seakan besok tidak pernah datang lagi. Oh ya. Jangan belajar terus tapi ya!! Refreshing masih boleh kok. Good luck. ^-^